Skip to main content

Posts

Ulasan Film: Stephanie (2017)

Di awal menonton film Stephanie  saya merasa kasihan, takut, dan ngeri melihat seorang bocah perempuan, Stephanie (Shree Crook), yang tinggal sendirian di rumah yang cukup besar dan nampak jauh dari pemukiman warga selama beberapa hari. Ia melakukan semuanya sendiri, dari membuat jus sampai kakinya terkena pecahan kaca toples yang letaknya berada di atas lemari yang tak sengaja ia jatuhkan karena tak bisa menjangkaunya, menyiapkan makan malam, sampai melakukan bedtime story untuk dirinya sendiri. Sangat mandiri. "Teman" Stephanie hanya sebuah boneka kura-kura yang ia panggil Francis. Di malam hari selalu mendengar suara yang ia sebut monster, lampu kadang mati sendiri, kemudian cerita berkembang bahwa ternyata Stephanie hidup dengan mayat yang ia panggil Paul (Jonah Beres). Hingga pada suatu malam yang sangat mencekam, Stephanie merasa sangat ketakutan. Ia bersembunyi di dalam lemari. Seseorang atau sesuatu seperti hendak menuju lemari. Dan ternyata, sosok itu adalah ...

Ulasan Film: The 15:17 to Paris (2018)

The 15:17 to Paris merupakan film drama Amerika yang diangkat berdasarkan kisah nyata dari buku autobiografi yang berjudul The 15:17 to Paris: The True Story of Terrorist, a Train, and Three American Heroes yang ditulis oleh Jefrey E. Stern, Spencer Stone, Anthony Sadler, Alek Skarlator. Film ini disutradarai oleh Clint Eastwood dan ditulis oleh Dorothy Blyskal. Film The 15:17 to Paris rilis di Amerika pada 9 Februari 2018. Film ini mengisahkan tentang 3 sahabat; Spencer Stone, Anthony Sadler, dan Alek Skarlator, yang memerankan diri mereka sendiri dalam film ini. Mereka bertiga bertemu di sekolah yang sama ketika duduk di sekolah dasar. Ketika besar, mereka bertemu kembali dengan masing-masing profesi yang berbeda. Spencer Stone bergabung di perekrutan Angkatan Udara, Alek Skarlatos bergabung di Angkatan Udara, sedangkan Anthony Sadler seorang mahasiswa. Meskipun Spencer, Alek, dan Anthony sudah berpisah dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, namun mereka masih saling b...

Ulasan Film: Samson (2018)

Membaca judul film Samson mengingatkan saya pada film Samson Indonesia, Samson Betawi, yang diperankan oleh aktor komedian Benyamin Sueb pada akhir tahun 80an. Saya mengingat versi yang dimainkan oleh mendiang Benyamin Sueb karena hanya versi itu yang saya tonton. Inti dari cerita Samson (2018) ini masih mengacu pada cerita sejarah yang pernah ada. Diceritakan tahun dalam film ini adalah 1170 BC di Ancient Israel. Bahwa telah lahir seorang anak, Samson (Taylor James), yang dipercaya oleh bangsa Ibrani bahwa ia akan mampu melepaskan perbudakan yang terjadi pada bangsa Ibrani yang dilakukan oleh Raja Balek (Billy Zane) dan Pangeran Filistin, Rallah (Jackson Rathbone). Raja Balek dan Rallah adalah pemimpin yang sangat keji. Dan Rallah bukan hanya keji akan tetapi sangat tirani. Ia memanfaatkan kekuasaannya dengan semena-mena. Bukan hanya itu, ia juga sangat berambisi dengan mahkota dan tahta menjadi raja, menggantikan posisi ayahnya. Samson tumbuh menjadi laki-laki yang kuat, ...

Ulasan Film: Status Update (2018)

Bila aplikasi seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan aplikasi lainnya hanya bisa membagi status atau gambar, namun apa jadinya jika suatu aplikasi mampu membuat apa yang kita tulis menjadi nyata?! Pastinya sangat amat menyenangkan. Ide cerita itu lah yang diangkat ke dalam film Status Update. Mengisahkan seorang pemuda, Kyle Moore (Ross Lynch), yang baru pindah sekolah ke Hayden Senior High School, Connecticut. Hampir seperti film-film remaja lainnya, yang selalu ada anak-anak yang jahil, sok terkenal dan berkuasa, juga populer, hal itu juga berlaku di film ini. Meskipun Kyle bukan tipikal pemuda yang cupu alias culun punya dan canggung (gayanya termasuk keren menurut saya), akan tetapi ia tetap menjadi incaran kejahilan salah satu teman sekelasnya, Derek Lowe (Gregg Sulkin), yang terkenal dengan permainan hokinya yang bagus. Derek bersama teman satu geng-nya menjahili Kyle. Ia mengambil telepon seluler yang sedang Kyle pegang dijadikan sebagai puck atau bola hoki...

Ulasan Film: Don't Talk to Irene (2017)

Cheerleader atau pemandu sorak dengan para anggota yang yang langsing atau bertubuh ideal itu sudah biasa. Yang tak biasa adalah jika anggota cheerleader yang sama sekali jauh dari kategori biasanya, yaitu beranggotakan seseorang yang berbadan gemuk dan para lansia. Istilah zaman sekarang anti-mainstream. Kurang lebih ide cerita itu yang diangkat dalam cerita Don't Talk to Irene. Irene (Michelle McLeod) adalah gadis 15 tahun yang bertubuh tambun yang memiliki cita-cita menjadi cheerleader. Namun apa daya, bobot tubuhnya tak memungkinkan untuk menjadi anggota cheerleader. Ibu Irene, Lydia (Anastasia Phillips), yang juga mantan pimpinan cheerleader pun menolak keras keinginan Irene dengan beberapa alasan, salah satunya adalah berat badan Irene. Namun, karena curahan hati yang Irene tumpahkan setiap hari pada "dewa"nya, Geena Davis (Geena Davis) yang selalu memberinya semangat, ia tak pernah kehilangan harapan. Geena Davis bukan sosok yang nyata, melainkan hanya ...

Ulasan Film: Nostalgia (2018)

Nostalgia merupakan film drama Amerika yang diangkat berdasarkan cerita Alex Ross Perry dan Mark Pellington. Film ini juga disutradarai dan ditulis oleh Alex Ross Perry dan Mark Pellington. Nostalgia rilis di Amerika pada 16 Februari 2018. Film ini dibintangi oleh John Ortiz, Amber Tamblyn, Jon Hamm, Ellen Burstyn, Cathrine Keener, Nick Offerman, James LeGros, Annalise Basso, dan lain-lain. Nostalgia mengisahkan tentang penggalan-penggalan cerita tentang cinta dan kehilangan yang akan selalu terhubung melalui benda-benda dan hal-hal yang masih tersimpan rapi di sudut ruang atau suatu tempat. Benda-benda seperti surat, kata-kata, foto-foto, dan seseorang seperti pengingat bagi mereka yang masih hidup dan sudah tiada. Sesuai dengan ide cerita yang hanya menceritakan penggalan cerita, Nostalgia menyajikan 3 kepingan cerita yang berbeda di dalam film ini. Maksudnya, dalam film ini terdiri dari 3 cerita, yang mana satu dan beberapa karakter tidak berhubungan dengan karakter lain...

Ulasan Film: Where I Belong (2017)

Where I Belong merupakan film drama Jepang yang rilis pada 4 Maret 2017. Judul asli film ini adalah Shabon Dama yang artinya gelembung sabun. Namun jauh berbeda dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris menjadi Where I Belong. Asumsi saya setelah menonton film ini, judul Where I Belong mengacu pada keseluruhan cerita Shabon Dama. Film Shabon Dama diangkat dari novel yang ditulis oleh Asha Nonami. Shabon Dama disutradarai dan ditulis oleh Shinji Azuma. Film ini menceritakan tentang seorang pemuda, Izumi (Kento Hayashi), yang pekerjaannya merampok dan menodong para wanita dan orangtua. Pada saat melarikan dari kejaran polisi ke desa Miyazaki, ia bertemu seorang nenek, Suma (Etsuko Ichihara), yang sedang terluka dan memerlukan bantuannya. Izumi membantu dan membawa nenek Suma ke rumahnya. Dari kebaikan dan hangatnya nenek Suma memperlakukan Izumi di rumahnya, kehidupan Izumi berubah sedikit demi sedikit menjadi manusia yang lebih baik. Jalan cerita Shabon Dama sangat seder...