Skip to main content

Posts

Ulasan Film: Samson (2018)

Membaca judul film Samson mengingatkan saya pada film Samson Indonesia, Samson Betawi, yang diperankan oleh aktor komedian Benyamin Sueb pada akhir tahun 80an. Saya mengingat versi yang dimainkan oleh mendiang Benyamin Sueb karena hanya versi itu yang saya tonton. Inti dari cerita Samson (2018) ini masih mengacu pada cerita sejarah yang pernah ada. Diceritakan tahun dalam film ini adalah 1170 BC di Ancient Israel. Bahwa telah lahir seorang anak, Samson (Taylor James), yang dipercaya oleh bangsa Ibrani bahwa ia akan mampu melepaskan perbudakan yang terjadi pada bangsa Ibrani yang dilakukan oleh Raja Balek (Billy Zane) dan Pangeran Filistin, Rallah (Jackson Rathbone). Raja Balek dan Rallah adalah pemimpin yang sangat keji. Dan Rallah bukan hanya keji akan tetapi sangat tirani. Ia memanfaatkan kekuasaannya dengan semena-mena. Bukan hanya itu, ia juga sangat berambisi dengan mahkota dan tahta menjadi raja, menggantikan posisi ayahnya. Samson tumbuh menjadi laki-laki yang kuat, ...

Ulasan Film: Status Update (2018)

Bila aplikasi seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan aplikasi lainnya hanya bisa membagi status atau gambar, namun apa jadinya jika suatu aplikasi mampu membuat apa yang kita tulis menjadi nyata?! Pastinya sangat amat menyenangkan. Ide cerita itu lah yang diangkat ke dalam film Status Update. Mengisahkan seorang pemuda, Kyle Moore (Ross Lynch), yang baru pindah sekolah ke Hayden Senior High School, Connecticut. Hampir seperti film-film remaja lainnya, yang selalu ada anak-anak yang jahil, sok terkenal dan berkuasa, juga populer, hal itu juga berlaku di film ini. Meskipun Kyle bukan tipikal pemuda yang cupu alias culun punya dan canggung (gayanya termasuk keren menurut saya), akan tetapi ia tetap menjadi incaran kejahilan salah satu teman sekelasnya, Derek Lowe (Gregg Sulkin), yang terkenal dengan permainan hokinya yang bagus. Derek bersama teman satu geng-nya menjahili Kyle. Ia mengambil telepon seluler yang sedang Kyle pegang dijadikan sebagai puck atau bola hoki...

Ulasan Film: Don't Talk to Irene (2017)

Cheerleader atau pemandu sorak dengan para anggota yang yang langsing atau bertubuh ideal itu sudah biasa. Yang tak biasa adalah jika anggota cheerleader yang sama sekali jauh dari kategori biasanya, yaitu beranggotakan seseorang yang berbadan gemuk dan para lansia. Istilah zaman sekarang anti-mainstream. Kurang lebih ide cerita itu yang diangkat dalam cerita Don't Talk to Irene. Irene (Michelle McLeod) adalah gadis 15 tahun yang bertubuh tambun yang memiliki cita-cita menjadi cheerleader. Namun apa daya, bobot tubuhnya tak memungkinkan untuk menjadi anggota cheerleader. Ibu Irene, Lydia (Anastasia Phillips), yang juga mantan pimpinan cheerleader pun menolak keras keinginan Irene dengan beberapa alasan, salah satunya adalah berat badan Irene. Namun, karena curahan hati yang Irene tumpahkan setiap hari pada "dewa"nya, Geena Davis (Geena Davis) yang selalu memberinya semangat, ia tak pernah kehilangan harapan. Geena Davis bukan sosok yang nyata, melainkan hanya ...

Ulasan Film: Nostalgia (2018)

Nostalgia merupakan film drama Amerika yang diangkat berdasarkan cerita Alex Ross Perry dan Mark Pellington. Film ini juga disutradarai dan ditulis oleh Alex Ross Perry dan Mark Pellington. Nostalgia rilis di Amerika pada 16 Februari 2018. Film ini dibintangi oleh John Ortiz, Amber Tamblyn, Jon Hamm, Ellen Burstyn, Cathrine Keener, Nick Offerman, James LeGros, Annalise Basso, dan lain-lain. Nostalgia mengisahkan tentang penggalan-penggalan cerita tentang cinta dan kehilangan yang akan selalu terhubung melalui benda-benda dan hal-hal yang masih tersimpan rapi di sudut ruang atau suatu tempat. Benda-benda seperti surat, kata-kata, foto-foto, dan seseorang seperti pengingat bagi mereka yang masih hidup dan sudah tiada. Sesuai dengan ide cerita yang hanya menceritakan penggalan cerita, Nostalgia menyajikan 3 kepingan cerita yang berbeda di dalam film ini. Maksudnya, dalam film ini terdiri dari 3 cerita, yang mana satu dan beberapa karakter tidak berhubungan dengan karakter lain...

Ulasan Film: Where I Belong (2017)

Where I Belong merupakan film drama Jepang yang rilis pada 4 Maret 2017. Judul asli film ini adalah Shabon Dama yang artinya gelembung sabun. Namun jauh berbeda dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris menjadi Where I Belong. Asumsi saya setelah menonton film ini, judul Where I Belong mengacu pada keseluruhan cerita Shabon Dama. Film Shabon Dama diangkat dari novel yang ditulis oleh Asha Nonami. Shabon Dama disutradarai dan ditulis oleh Shinji Azuma. Film ini menceritakan tentang seorang pemuda, Izumi (Kento Hayashi), yang pekerjaannya merampok dan menodong para wanita dan orangtua. Pada saat melarikan dari kejaran polisi ke desa Miyazaki, ia bertemu seorang nenek, Suma (Etsuko Ichihara), yang sedang terluka dan memerlukan bantuannya. Izumi membantu dan membawa nenek Suma ke rumahnya. Dari kebaikan dan hangatnya nenek Suma memperlakukan Izumi di rumahnya, kehidupan Izumi berubah sedikit demi sedikit menjadi manusia yang lebih baik. Jalan cerita Shabon Dama sangat seder...

Ulasan Film: Sugar Mountain (2016)

Kebohongan akan tetap menghasilkan hal buruk meskipun niatnya untuk melakukan kebaikan demi seseorang atau sesuatu. " Kata-kata itu yang saya simpulkan setelah menonton Sugar Mountain. Film drama thriller Amerika ini mengisahkan tentang 2 bersaudara, Miles West (Drew Roy) dan Liam West (Shane Coffey) yang tinggal di Sugar Mountain, Alaska. Dalam keadaan tak punya cukup uang dan ibu mereka membutuhkan uang untuk biaya pengobatan penyakitnya, Miles dan Liam, juga kekasih Miles, Lauren Huxley (Haley Webb), merencanakan membuat cerita yang sengaja mereka setting tentang pengalaman mereka mendaki daerah hutan dan pegunungan sekitar Alaska. Kemudian cerita itu akan mereka jual ke media massa atau elektronik dengan harga tinggi. Liam dan Miles memulai rencananya dengan mendaki gunung, di pertengahan jalan mereka berkelahi, lalu Miles hilang. Kemudian Liam turun gunung dan menceritakan apa yang telah terjadi pada awak media yang datang mewawancarainya. Semua bantuan diker...

Ulasan Film: Backstabbing For Beginners (2018)

Backstabbing For Beginners merupakan film politik thriller yang diangkat berdasarkan kisah nyata. Film bergenre drama, sejarah, thriller ini diadopsi dari kisah Michael Soussan dengan tulisannya yang berjudul Backstabbing For Beginners: My Crash Course in International Diplomacy . Backstabbing For Beginners disutradarai Per Fly yang  juga ditulis oleh Per Fly dan Daniel Pyne. Film ini dibintangi oleh si ganteng Theo James dan Ben Kingsley. Backstabbing For Beginners dibuka dengan video lagu arab yang terdengar seperti lagu qasidah, dengan gambar Saddam Hussein dan masyarakat Iraq di dalamnya. Dan pastinya cerita film ini berhubungan dengan kehidupan warga Iraq di era Saddam Hussein. Backstabbing For Beginners menceritakan tentang pengungkapan skandal korupsi Program Minyak Untuk Pangan Iraq yang terjadi di PBB. Alur cerita Backstabbing For Beginners maju mundur. Waktu dan tempat di awal cerita pada September tahun 2003  di New York, kemudian mundur ke tahun ...