Skip to main content

Posts

Ulasan Film: City of Ember (2008)

Apa jadinya jika kita hidup di kota yang berlokasi di bawah tanah dan sangat membutuhkan cahaya untuk menjalani kehidupan sehari-hari, sementara hidup kita bergantung pada isi sebuah kotak? Tak hanya itu, generator yang menjadi penopang hidupnya cahaya makin lama makin tua dan lampu menjadi seringkali mati. Itu yang terjadi pada warga yang tinggal di kota Ember. Seorang arsitek, ahli sains, dan insyinyur telah bertemu untuk membangun sebuah kota di bawah tanah yang dirancang untuk melindungi umat manusia dari generasi ke generasi. Hidup mereka akan bergantung pada sebuah kotak kecil. Kotak itu disimpan untuk jangka waktu 200 tahun. Kotak itu dipercayakan pada walikota pertama, kemudian diserahkan pada penggantinya dan begitu seterusnya, tanpa ada yang tahu apa isi rahasia kotak tersebut dan akan terbuka pada saat diperlukan. Namun semua tak sesuai rencana. Rantai pemegang kotak 'rusak' karena kematian walikota ketujuh, yang terakhir memegang kotak tersebut. Kotak ...

Ulasan Film: Newton (2017)

Pentingnya sebuah pemilihan dan suara yang jujur. Kalimat tersebut sangat menggambarkan cerita Newton. Newton merupakan film India drama black comedy . Film ini ditulis dan disutradarai oleh Amit V. Masurkar. Newton adalah nama seorang pemuda cerdas, jujur, dan tetap waktu yang asal namanya Nutan, berarti baru. Karena sering menjadi bahan tertawaan anak-anak di sekolah, Nutan Kumar mengganti namanya sendiri menjadi Newton Kumar (Rajkumar Rao). Nama Newton mengingatkan instruktur pemilihan suara pada ahli fisika yang menemukan rumus gravitasi. Newton ditugaskan sebagai tim cadangan di pemilihan suara. Ia bekerja bukan untuk menghasilkan uang, tapi untuk membuat perbedaan. Instruktur pemilihan tersebut mengatakan beberapa hal tentang pemilihan suara pada Newton di menit 14.58: " Kejujuranmu tidak membawa kebaikan pada dunia. Kejujuran membuat hati lebih ringan, beban berkurang. Terus bekerja dengan kejujuran yang utuh. Negara akan maju bersama." Saat pemilihan tiba...

Ulasan Film: Kidnap (2017)

Kidnap bergenre Thriller, dan sutradarai oleh Luis Prieto. Mengisahkan seorang ibu tunggal, Karla Dyson (Halle Barry), seorang pelayan sebuah kafe. Ia hidup dengan anak laki-lakinya yang berusia 6 tahun, Frankie (Saga Correa). Seperti judulnya Kidnap (Menculik), film ini berkisah tentang penculikan anak Karla di sebuah taman bermain. Saat itu Karla sedang menerima panggilan telepon yang sangat penting. Hanya beberapa menit lepas dari pantauannya, Frankie tiba-tiba menghilang. Tak ada satupun yang melihat kemana Frankie pergi. Karla terus mencari Frankie, dan di jarak beberapa meter ia melihat seseorang membawa Frankie masuk ke sebuah mobil yang langsung melaju. Karla langsung mengejar mobil tersebut. Cerita Kidnap tidak seperti penculikan yang mana si penculik meminta uang tebusan atau si penculik memiliki masalah pada orang yang bersangkutan. Dalam film ini, cerita berpusat pada pemeran utama, Karla, yang melakukan apa pun demi mendapatkan anaknya kembali dengan mengejar si p...

Ulasan Film: Dismissed (2017)

Dismissed mengisahkan tentang seorang guru Bahasa Inggris, Mr. David Butler (Kent Osborne), yang idealis dalam menyampaikan materi dan memberi nilai pada siswanya. Kelas yang ia ajarkan sedang membahas tentang drama Shakespeare yang berjudul Othello dan Crime and Punishment-nya Dostoyevsky. Lalu datang seorang siswa baru pindahan, Lucas Ward (Dylan Sprouse), yang sangat cerdas dan perfeksionis. Tidak ingin ketinggalan pelajaran semester 1, Lucas mengerjakan semua tugas yang masuk dalam silabus semester tersebut. Ia menguasai materi-materi yang diajarkan oleh Mr. Butler. Itu membuat Mr. Butler sangat terkesan pada Lucas. Ditambah berkesan, ketika Lucas juga sangat jago dalam bermain catur. Kesan baik itu tak berlangsung lama. Pribadi Lucas yang sebenarnya muncul ketika ia selalu ingin menjadi nomor 1, mendapat nilai A, atau yang terbaik. Rentetan perilaku buruknya dimulai ketika ia tak diberi posisi pertama oleh Mr. Butler dalam permainan catur ketika jelas-jelas ia mampu mengala...

Ulasan Film: The Humanity Bureau (2017)

The Humanity Buraeu merupakan film yang bergenre action, science-fiction, dan thriller. Di masa depan tahun 2030, pemanasan global, perang, bom, kebakaran, dan masalah-masalah lingkungan yang akan terjadi di Amerika Serikat. Salah satu badan pemerintah yang disebut The Humanity Bureau membantu masyarakat untuk tetap menjaga mereka terhindar dari hal-hal buruk tersebut. Badan tersebut menawarkan orang-orang untuk tinggal suatu tempat yang mereka sebut New Eden, tempat tinggal yang nyaman. Seorang agen yang sedang dipromosikan oleh badan tersebut, Noah Kross (Nicholas Cage), diutus untuk memilih orang-orang yang produktif dan tidak produktif atau mereka yang berkontribusi atau tidak berkontribusi banyak untuk negara. Beberapa keluarga berhasil dibawa ke New Eden, beberapa orang bersikeras tinggal di tempat mereka, salah satunya seorang laki-laki tua yang tak ingin dibawa ke New Eden karena dianggap tidak lagi produktif. Laki-laki tua itu ternyata mantan gubernur California 12 tahun l...

Ulasan Film: Robert and The Toymaker (2017)

Robert and The Toymaker merupakan film horor Inggris, sekuel dari film Robert (2015) dan The Curse of Robert (2016). Film yang ditulis ber-setting di Jerman 1941 ini mengisahkan tentang Kolonel Nazi yang mencari sebuah buku mistikal yang dibawa oleh seseorang. Cerita berawal dari kolonel Ludolf Von Alvensleben dan 2 anak buahnya mengejar seseorang yang berusaha melarikan diri dari kejaran mereka. Ia bersembunyi di salah satu sebuah keluarga yang di dalamnya terdapat suami, istri, dan seorang anak gadis. Buku tak pernah lepas dari lengan laki-laki tersebut. Sang kolonel  tahu bahwa laki-laki itu bersembunyi di rumah tersebut namun ia tak berhasil menemukannya. Di hari berikutnya ketiga tentara Nazi datang lagi ke rumah tersebut dan berhasil mencium adanya laki-laki yang mereka cari. Lodulf adalah kolonel yang sangat cerdas dan cerdik. Ia mampu membuat dirinya seperti pendeteksi kebohongan. Ia memiliki komunikasi yang bagus untuk membuat lawan bicaranya berkata jujur dengan ...

Ulasan Film: Turtles Can Fly (2005)

Turtles Can Fly merupakan film drama perang pada rezim Saddam Husein. Film ini adalah film pertama yang dibuat di Iraq setelah jatuhnya Saddam Husein. Namun yang membuat film ini adalah orang Iran yang juga bersuku Kurdi. Mengisahkan tentang kepiluan anak-anak pengungsi yang tinggal di perbatasan Iraq - Turki. Seorang anak laki-laki 13 tahun yang dipanggil Satelite (Soran Ebrahim) memimpin para pengungs,i terutama anak-anak. Ia dianggap memiliki beberapa kemampuan, diantaranya: memperbaiki dan memasang antena untuk mendapatkan berita, ia juga mampu berbicara bahasa Inggris walau hanya sedikit. Ia memiliki 2 sahabat yang sangat setia, Pashow dan Shirkooh. Meskipun Pashow hanya memiliki 1 kaki (benar-benar cacat) dan menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan, namun ia adalah anak laki-laki yang kuat dan cekatan. Satelite jatuh cinta pada gadis yatim piatu Agrin (Avaz Latif), yang memiliki saudara laki-laki  Hengov (Hiresh Feysal Rahman), dan anak kecil buta yang selalu m...