Skip to main content

Posts

Ulasan Film: Robert and The Toymaker (2017)

Robert and The Toymaker merupakan film horor Inggris, sekuel dari film Robert (2015) dan The Curse of Robert (2016). Film yang ditulis ber-setting di Jerman 1941 ini mengisahkan tentang Kolonel Nazi yang mencari sebuah buku mistikal yang dibawa oleh seseorang. Cerita berawal dari kolonel Ludolf Von Alvensleben dan 2 anak buahnya mengejar seseorang yang berusaha melarikan diri dari kejaran mereka. Ia bersembunyi di salah satu sebuah keluarga yang di dalamnya terdapat suami, istri, dan seorang anak gadis. Buku tak pernah lepas dari lengan laki-laki tersebut. Sang kolonel  tahu bahwa laki-laki itu bersembunyi di rumah tersebut namun ia tak berhasil menemukannya. Di hari berikutnya ketiga tentara Nazi datang lagi ke rumah tersebut dan berhasil mencium adanya laki-laki yang mereka cari. Lodulf adalah kolonel yang sangat cerdas dan cerdik. Ia mampu membuat dirinya seperti pendeteksi kebohongan. Ia memiliki komunikasi yang bagus untuk membuat lawan bicaranya berkata jujur dengan ...

Ulasan Film: Turtles Can Fly (2005)

Turtles Can Fly merupakan film drama perang pada rezim Saddam Husein. Film ini adalah film pertama yang dibuat di Iraq setelah jatuhnya Saddam Husein. Namun yang membuat film ini adalah orang Iran yang juga bersuku Kurdi. Mengisahkan tentang kepiluan anak-anak pengungsi yang tinggal di perbatasan Iraq - Turki. Seorang anak laki-laki 13 tahun yang dipanggil Satelite (Soran Ebrahim) memimpin para pengungs,i terutama anak-anak. Ia dianggap memiliki beberapa kemampuan, diantaranya: memperbaiki dan memasang antena untuk mendapatkan berita, ia juga mampu berbicara bahasa Inggris walau hanya sedikit. Ia memiliki 2 sahabat yang sangat setia, Pashow dan Shirkooh. Meskipun Pashow hanya memiliki 1 kaki (benar-benar cacat) dan menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan, namun ia adalah anak laki-laki yang kuat dan cekatan. Satelite jatuh cinta pada gadis yatim piatu Agrin (Avaz Latif), yang memiliki saudara laki-laki  Hengov (Hiresh Feysal Rahman), dan anak kecil buta yang selalu m...

Ulasan Film: Instruction Not Included/No Se Acpetan Devoluciones (2013)

Instruction Not Included merupakan film drama komedi Spanyol. Judul original ini adalah adalah No se Aceptan devoluciones. Film ini disutradarai oleh Eugenio Derbez yang juga menjadi pemeran utama dalam film ini. Lokasi syuting film ini diambil di Acapulco dan Los Angeles. Oleh sebab itu, film ini memakai 2 bahasa. Instruction Not Included mengisahkan seorang laki-laki playboy , Valentin Bravo (Euginio Derbez), yang suka bergonta-ganti wanita untuk ia pacari. Saking banyaknya wanita yang ia pacari, ia tak ingat nama-nama dan wajah mereka. Masalah muncul ketika seorang wanita, Julie (Jessica Lindsey), datang pada Valentin dengan membawa bayi perempuan dan memberikan bayi itu padanya dengan mengatakan bahwa bayi tersebut adalah anaknya. Lalu Julie langsung pergi tanpa memberi informasi apapun tentang dirinya. Valentin yang masih suka bermain-main tentu saja tak ingin merawat bayi tersebut. Ia tak ingin kehilangan kebebasan dan kesenangannya demi merawat bayi. Valentin dan 2 teman...

Ulasan Film: After School Horror 2 (2017)

After School Horror 2 merupakan film horor yang dimainkan oleh para bintang remaja Indonesia. Film ini dikisahkan berlokasi di SMA Kharisma. Menceritakan tentang salah satu anak SMA tersebuat, Putra, yang jatuh cinta pada Eva. Tapi Eva tidak menyukai Putra. Karena kesal dengan Putra yang terus-terussan 'mengejar' cintanya, ia menantang Putra untuk uji nyali di gudang sekolah dengan menggambar wajah Sumarni. Sumarni adalah penghuni gudang yang hidup tahun 1950an yang akan selalu menghantui manusia yang berani masuk ke gudang itu dengan menggambar wajahnya. Tak pernah ada satupun yang selamat dari cengkeraman Sumarni bila ada orang yang berani masuk ke dalam gudang. Karena cintanya dengan Eva, Putra menyanggupi tantangan tersebut. Dari awal Putra sudah diperingati oleh kedua sahabatnya, juga sepasang kekasih, Rangga (Randy Martin) dan Sandra (Cassandra Lee), namun ia tak menghiraukannya. Ia tetap maju dan meminta foto Sumarni dan media boneka pada seorang temannya.  Pada mala...

Ulasan Film: August Rush (2007)

August Rush mengisahkan tentang seorang anak, Evan Taylor (Freddie Highmore), yang suka sekali mendengarkan irama musik dari bunyi benda-benda yang ada di sekelilingnya. Dari angin, udara, cahaya, bahkan hingar bingar kota mampu menghasilkan suara musik ke telinga dan jiwanya. Musik bertumbuh dalam dirinya. Ia yakin bahwa hal tersebut didapat dari 'darah' orangtuanya yang tak pernah ia temui. Ia percaya pada musik seperti halnya orang-orang percaya pada dongeng. Ia juga percaya bahwa dengan musik, orangtuanya bisa menemukannya. Tak peduli teman-teman satu kamarnya mem-bully-nya dan menyebutnya aneh, bahkan ketika salah satu keluarga ingin mengadopsinya, Evan tetap yakin ia akan bertemu dengan keluarga yang sebenarnya. Plot di awal cerita maju mundur. Mundur untuk menceritakan masa lalu orangtua Evan dan bagaimana Evan bisa tak bersama mereka. Namun di tengah cerita plotnya berjalan normal. August Rush adalah nama beken yang digunakan Evan ketika ia berada di atas pa...

Ulasan Film: The Book Thief (2013)

The Book Thief mengisahkan secuil cerita pada masa perang dunia II. The Book Thief diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Markus Zusak. Berlatar waktu Perang Dunia II, di Jerman 1938, The Book Thief menceritakan tentang soerang gadis muda Liesel Meminger (Sophie Nelisse) yang harus berpisah dengan ibunya yang komunis yang sedang dalam bahaya. Kemudian ia dikirim kepada seorang pasangan yang tak memiliki anak, Hans Hubermann (Geofrey Rush) dan Rosa Hubermann (Emily Watson). Hans laki-laki yang baik, sedangkan istrinya, Rosa, agak cerewet dan tidak terlalu menyukai Liesel. Butuh beberapa waktu bagi Liesel tinggal dan memiliki orangtua baru, juga lingkungan dan teman-teman baru. Di hari pertama Liesel sekolah, ia ditemani oleh tetangganya sekaligus teman barunya, Rudy, menuju ke sekolah. Di kelas, Liesel diminta menulis namanya di papan tulis, tapi ia hanya menulis huruf x. Liesel tak bisa baca tulis. Hans, ayah angkat Liesel mengajari Liesel dengan kesabaran, sampai Lie...

Ulasan Film: The Mimic (2017)

Selain Train To Busan, The Mimic adalah K-Movie kedua yang saya tonton. Adegan awalpun hampir sama. Jika di Train To Busan seseorang menabrak seekor rusa, di The Mimic seseorang menabrak seekor anjing. Namun  jalan cerita The Mimic dan Train To Busan sangat jauh berbeda. The Mimic bergenre horor, drama, fantasi. The Mimic menceritakan tentang legenda harimau Jangsan yang hidup di dalam sebuah gua. Makhluk ini mampu menirukan suara-suara manusia untuk menarik mangsanya masuk ke dalam gua tersebut. Terdapat sebuah keluarga yang baru pindah ke tempat yang tak jauh dari gua tersebut. Keluarga itu terdiri dari sepasang suami, Min Ho, istri, Hee yeon, seorang anak kecil, Joon Hee, juga seorang nenek yang mengalami sedikit gangguan kejiwaan dan ingatan. Mereka memulai hidup baru karena Hee yeon tidak bisa menerima tentang anak lelakinya yang sudah menghilang selama 5 tahun tapi tak juga ditemukan. Beberapa hari tinggal di rumah itu terjadi beberapa kejanggalan. Mulai dari 2 anak y...